Acara Ekspo dan Job Fair 2011 yang diselenggarakan di lapangan gasibu kota Bandung yang di prakarsai oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat disambut dengan cukup meriah oleh masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat kota Bandung, acara dibuka pada hari Kamis, 7 Juli 2011, penyelenggaraan kali ini di adakan di lapangan gasibu kota Bandung. Acara kali ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari hari Kamis sampai Sabtu, 7-9 Juli 2011, mengandung tema “Pemuda Mandiri Pencipta Lapangan Kerja” yang di ikuti oleh banyak organisasi atau lembaga yang bergerak dalam penciptaan karya anak bangsa. Saya sendiri mengikuti dalam Job Fair untuk mewakili perusahaan tempat saya bekerja.
Dibalik penyelenggaraan Ekspo dan Job Fair 2011 ternyata menyimpan banyak cerita tentang tenaga kerja atau TKI kita di luar negeri. Menurut Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Propinsi Jawa Barat dalam acar technical meeting Job Fair yang dilaksanakan di Disnakertrans Jawa Barat kemarin, banyak faktor yang melatarbelakangi kisah-kisah duka yang dialami oleh TKI khususnya dari Jawa Barat terutama karena kultur masyarakat Jawa Barat yang “someah”. Kultur Jawa Barat yang “someah” bisa diambil contoh pada saat ketemu atau berjumpa dengan majikan, mereka selalu memberi senyuman seperti kebiasaan masyarakat Jawa Barat. Adanya kultur yang mempengaruhi sikap para TKI dari Jawa Barat cukup sulit disesuaikan dengan kultur tempat mereka bekerja, seperti yang dialami para TKI kita yang ada di Saudi Arabia, akibat sulit memyesuaikan kultur tersebut, banyak para TKI yang mendapatkan tindakan negatif seperti tindakan fisik, asusila dsb dari majikannya.
Memang patut kita rasakan bahwa pada khsususnya masyarakat Jawa Barat yang memiliki sikap sopan, istihah sundanya “someah”. Sikap ditunjukan dengan bahasa tubuh seperti sikap rengkuh dan senyuman. Apabila sikap tersebut masih dipraktekan oleh para TKI Jawa Barat yang ada di Saudi Arabia, maka akan memberi kesan kepada majikan sebagai wanita penggoda atau memberi kesan menyukai terhadap majikan laki-laki bahkan tidak sedikit mendapat tindakan fisik dari majikan perempuannya. Pada kondisi lainnya yang dialami para tenaga kerja kita yang bekerja di luar negeri adalah kurangnya rasa persatuan sesama TKI, hal ini bisa dilihat bahwa para tenaga kerja kita diluar negeri masih bisa diadu-domba dengan sesama tenaga kerja yang lainnya, sehingga meskipun secara kuantitas, TKI cukup banyak pada suatu negara seperti Jepang dan korea, namun masih bisa kalah dominasi oleh para tenaga kerja dari India yang memiliki persatuan yang kuat.
Untuk dalam negeri sendiri, wah..sangat disayangkan apabila para generasi penerus bangsa ini, terutama masyarakat muda indonesia yang masih menganggur alias belum mempunyai pekerjaan, dari pengalaman dan penilaian dinas tenaga kerja Jawa Barat, “kaum pengangguran saat ini, lebih banyak yang memiliki mental yang malas-malasan, ingin bekerja yang enak-enak saja dan apabila mencoba melamar pekerjaan, biasanya mereka banyak bertanya.” Ini hanya ungkapan bagi sebagian pemuda pengangguran saja, lain soal bagi para pemuda mandiri hasil binaan dinas tenaga kerja propinsi Jawa Barat yang berhasil menciptakan lapangan kerja baru, dengan diadakannya Ekspo dan Job Fair 2011 yang dilaksanakan di lapangan Gasibu Kota Bandung, yang juga terlibat banyak perusahaan swasta yang ada di Jawa barat, diharapkan mampu menyerap jumlah pengangguran yang ada di Jawa Barat.
Hari ini adalah hari kedua pelaksanaan ekspo dan Job Fair 2011, khusus untuk stand yang diperuntukan bagi perusahaan swasta berjumlah 94 stand untuk Job Fair 2011, semuanya berjumlah 300 stand untuk stand ekspo dan Job Fair 2011, peragaan yang ditampilkan oleh para peserta ekspo 2011 kali ini, mempertontonkan hasil karya dan keterampilan pemuda di Jawa Barat. Fasilitas yang disediakan oleh pemerintah propinsi Jawa Barat diharapkan dapat dimanfaatkan oleh perwakilan-perwakilan dari berbagai perusahaan, meskipun untuk menjaring tenaga kerja, masih ada saja stand yang kosong yang tidak dipergunakan. Untuk beberapa perusahaan yang terdaftar dalam acara Job fair 2011 yang masih mengosongkan stand-nya, atau hanya membuka stand pada awal acara, sementara panitia acara menekankan apabila sampai hari terakhir acara, masih ada peserta dari stand yang mengosongkan stand, panitia akan memberi tindakan tegas dengan memberikan sanksi administrasi.
Bagaimana peluang perusahaan terutama untuk rekrutment calon karyawan pada bidang jasa outsourcing, rasanya masih kalah bersaing dengan perusahaan lainnya, padahal sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan SDM sudah seharusnya dapat mendominasi pengunjung. Untuk kegiatan hari ke-2 saja, jumlah pengunjung dan pelamar pada stand-stand perwakilan dari perusahaan outsourcing masih bisa dihitung jari, padahal jumlah pengunjung boleh dikatakan cukup banyak, adalah strategi untuk menjaring tenaga kerja? kita tunggu saja kesempatan mendatang pada ekspo-ekspo dan job-job fair mendatang, apakah peluang menjaring tenaga kerja bagi perusahaan outsourcing cukup efektif dari kegiatan ekspo dan Job Fair.®
Kutipan dari : www.rohendiagus.co.cc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar